MAHASISWA CERITA PENGALAMAN TEMBUS JURNAL ILMIAH

 
 
 


 
Mahasiswa tembus artikel di jurnal ilmiah merupakan kebanggaan. Kebanggaan kampus, orang tua, dan mahasiswa sendiri. Karena tembus artikel di jurnal ilmiah tergolong prestasi besar.
 
Ini ada cerita mahasiswa berhasil tembus jurnal ilmiah. Dia bertutur sejak mulai menulis hingga akhirnya tembus di jurnal. “Mula-mula tentukan tujuan penelitian, rumusan masalah, pertanyaan penelitian, mencari referensi, tinjauan pustaka, kerangka berpikir, menetapkan metode penelitian dan sistematika,” ujarnya.
 
Rumusan masalah, pertanyaan penelitian, dan tujuan penelitian dirangkum menjadi formula penelitian. Penulisan tinjauan pustaka, kerangka berpikir, dan bagian lainnya yang membutuhkan kutipan wajib digunakan aplikasi references. Penerapan aplikasi references telah menjadi kebijakan.
 
“Jadi sama persis dengan penulisan proposal penelitian. Jika mengacu template artikel, maka seluruh bagian proposal ini menjadi pendahuluan artikel ilmiah. Paragraf pertama latar belakang dan masalah atau fokus studi, paragraf kedua tinjauan pustaka, pragraf ketiga kerangka berpikir, dan paragraf keempat formula penelitian. Formula ini diakhiri dengan kalimat manfaat dan kegunaan penelitian. Jurnal biasanya menghendaki metode penelitian dipisah dengan pendahuluan di bagian tersendiri,” tuturnya.
 
“Tahap berikutnya menulis bagian hasil dan pembahasan. Tahap ini menjadi kerja penelitian dalam rangka menjawab seluruh pertanyaan penelitian. Pertanyaan cukup satu pertanyaan utama tunggal. Tapi saya mengurainya menjadi tiga pertanyaan untuk memudahkan penyusunan jawaban-jawaban tersebut. Pembahasan bergantung pada metode dan analisis yang dicantumkan di bagian metode penelitian,” lanjutnya.
 
“Selanjutnya menulis simpulan yang merupakan hasil akhir dari pembahasan. Selain jawaban pertanyaan penelitian, di bagian pembahasan dipastikan pula bahwa penelitian telah sampai tiba di tujuan penelitian. Di kesimpulan disertakan manfaat dan kegunaan penelitian sebagai janji yang disebutkan di pendahuluan. Di bagian ini disertakan pula keterbatasan penelitian dan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut,” uangkapnya.
 
“Giliran menulis abstrak yang mencakup tujuan penelitian, metode penelitian, hasil dan pembahasan, dan simpulan serta rekomendasi. Abstrak gak mungkin bisa ditulis bila artikel belum selesai dikerjakan,” tegasnya.
 
“Bagian judul artikel ditulis paling akhir. Judul ini menampung problem, metode, dan hasil penelitian,” ungkap Siti Rahmah, Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini.
 
“Paling utama pastikan artikel rapi jangan sampai ada typo dan similarity masimal 20 persen,” lanjut mahasiswi Jurusan Ilmu Hadis ini.
 
“Gak sampai di situ, saya dilatih login dan submission. Yakni, pengiriman naskah artikel ke jurnal open system. Pertama isi profil atau data diri, wajib diisi yang ada tanda bintangnya. Di bagian register dicentang author able to submit items to the journal dan biar tidak lupa username dan password, centang juga bagian confirmation,” papar mahasiswi semester V ini.
 
“Setelah itu klik new submission untuk memasukan artikel. Lalu ikuti beberapa steps atau panduan yang diperintahkan dan harus dipastikan artikel submitted. Di setiap step klik save and continue,” lanjutnya.
 
“Saya belajar mengikuti arahan serta dipandu juga oleh Kakak Senior. Alhamdulillah artikel terbit, tapi tetep saya mesti terus berlatih dan berlatih, bahkan hingga latihan menulis kalimat dan paragraf,” ujar mahasiswi asal Kabupaten Bogor ini.
 
Siti Rahmah berhasil tembus artikel berjudul “Kontroversi Hadis Amalan Sunnah Bulan Rajab.” Artikel ini terbit pada Volume 1 No. 2 Tahun 2020 di Jurnal KhazanahMultidisiplin Program Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia.

 
Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Pegiat Kelas Menulis dan Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bidang Hak Paten di UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyatakan “Mahasiswa yakin sukses dan berhasil. Tiap keberhasilan menjadi best practice bagi percontohan.”
 
“Mahasiswa sangat cepet adaptasi latihan menulis. Tembus di jurnal menjadi pencapaian besar. Karena itu layak dapat anugerah HKI,” tutur Wahyudin di Fakultas Ushuluddin, Jalan AH. Nasution 105, Bandung, Kamis, 03 Desember 2020 [Widodo].
 


Comments

Popular posts from this blog

CARA MEMBUAT JUDUL PENELITIAN

UIN SGD BANDUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA DI INDONESIA VERSI SCIMAGO

PRESTASI